Dikutip dari ceramah Bp.jono (kaum) tadi malam, dalam keadaan apapun (untuk urusan dunia) selalu melihatlah kebawah agar bisa selalu berucap alhamdulillah. Tahun ini ndak bisa beli baju lebaran baru alhamdulillah, masih bisa merayakannya dengan keluarga. Tahun ini ndak bisa merayakannya (langsung) dengan keluarga Alhamdulliah, alasan ndak bisa pulang karena profesionalitas kerja dan kecukupan materi akan berakhir juga memberi fitrah ke orang tua,itu pun juga akan membuat mereka bahagia. :)
Secara tak langsung, post ini saya tujukan kepada sluruh warga keruk pada umumnya dan khususnya kawan, sahabat, teman, kerabatku selamanya ''eko ceper'' yang tahun ini belum bisa merayakan kemenangan bersama keluarga.
Berbesar hatilah ''per'' walaupun jauh ditanah rantau dan kamu ndak bisa sungkem secara langsung dengan simbok mu, sudah barang pasti doa tulus dan materi dunia akan kau maksimalkan kepada mereka sebagai sedikit usaha untuk menggantikannya. Sangat amat lebih berarti ''per'' usaha dan tulus ikhlas mu,dibandingkan kita merayakan bersama keluarga namun sungkem hanya sebagai simbolis semata, dan untuk materi sudah pasti kita disini lebih membebani daripada memberi.
Berpikirlah positif dan kurangi rasa ''cilik atimu'', ini hanyalah proses kehidupan dan akan menjadi pembelajaran untuk masa depanmu. Simbokmu akan sangat mengerti dan akan lebih tulus memberikan maav di hari kemenangan itu, simbokmu akan lebih meng-amin-kan semua do'a mu , simbokmu juga akan menyebut mu di setiap do'anya.
Anggaplah tulisan ini hanya coretan basi dan sang penulis sok peduli, jika terdapat lebih banyak salah daripada guna dan faedah.
''Arep eneng opo wae, kahanan kepiye wae, tuntutan urip koyo ngopo wae, kowe saklawase koncoku, mugo ora bakal pedhot koyo rambut sing bakal tuwuh terus naliko keneng barang landhep sik nyubo mutusi''.
Salam semua salam wet,
:')
