Friday, July 25, 2014

Generasi ''antas'' 90an.

Rindu akan kehangatan ramadhan dengan segala kebiasaan lama yang kini telah tergilas hampir mencapai puncak ketika ''obat mercon'' pun sulit ditemui. Mungkin angkatan jiwa 90an yang amat paham mengenai kebiasaan bulan penuh rahmat dengan keseharian longsongan,sumbu,dan njebluk akan merasa bahwa puasa ini kurang ''antas dan suker dalan e''. Memang itu hanya kebiasaan turun temurun,yang beberapa tahun terakhir hampir menjadi adat dan lahan bisnis menguntungkan bagi para pengedar dan pembuat mercon. 

image : google.com

Namun, perlu disadari pula bahwa lebih banyak kerugian dibandingkan kepuasan atas ''terdengar antas namun buntet kuping ataupun wayah lebaran dalane suker''. Beberapa acuan itulah mngkin yang menjadi tolok ukur pemerintah untuk membabat habis peredaran bahan utama bom kecil rakitan tersebut. Terlepas dari pemerintahan, dahulu semakin besar mercon yang dimiliki maka akan semakin disegani pula dikalangan penikmatnya,semacam terdapat pembagian kasta baru di setiap bulan puasa. Memang hanya kepuasan yang akan didapat ketika telah mengeluarkan modal tidak sedikit untuk membeli bahan baku dan dalam beberapa detik hanya akan menjadi sampah dijalanan. Namun Itulah hobi, tak perduli seberapa uang yang dibutuhkan yang penting batin terpuaskan itu sudah lebih dari cukup.

Lanjut wet, dibawah kasta ''merconers'' ada kaum ''long mania''. Kebanyakan di kasta ini dikuasai kimcilwan ajar rokok yang duit nanggung dan butuh ''kepuasan antas'' pula. Bahan yang digunakan relatif lebih murah, dan cara pembuatan yang lebih mudah membuat imbang lah dana untuk rokok dan srawung suoro sasi poso. Sebilah bambu, senthir dan minyak tanah bahan utama nya. Akan tetapi, Dewasa ini semakin hilang pula kaum long ''mania'', karena peredaran minyak juga telah dinon subsidi kan. Memang ada pengganti untuk minyak, namun masih untuk mendapatkannya masih cukup sulit di pelosok kecamatan ini.

Kasta terakhir ada ''dor-doran adict'', dalam komunitas ini dikuasai dedek-dedek usia sekolah dasar. Dari ketiga kasta, ''dor-doran adict'' adalah yang paling murah meriah, modal yang paling utama hanya korek api kayu. Sisanya bisa mengais dan mencari , cara membuatnya juga mudah. Dengan busi bekas, tali rafia bekas (untuk jenis dilempar)/ sebilah kayu (untuk jenis dipukulkan). Mungkin, hanya tinggal ini tradisional ''antas'' yang masih bisa dilanggengkan. Namun, pola pikir kembali lagi telah berubah. Banyak dedek SD yang saat ini lebih bergembira dengan gadget kekinian dibanding bermain bebas di alam terbuka. It's true, kawan. :')

Itulah, beberapa kebiasaan yang telah hampir hilang disetiap ramadhan kita. Suka atau tidak, semua nya telah terbukti dan kenyataan zaman telah menjadi penghakim lunturnya kebiasaan ''nakal'' generasi kita. Sebagai generasi yang pernah berbahagia dalam ketiga kasta tersebut saya merasa bangga.
Chears wet, |\( ˘.˘)​y━・~~

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments


EmoticonEmoticon