Friday, August 1, 2014

Pesenan Mister ''X''

Menerawang jauh ke masa silam yang penuh kelam ketika segala cara untuk bahagia dirasa biasa, terlepas dari hukum rimba tentang halal dan haram nya perbuatan kita. Sejalan dengan kisah seorang pemuda, yang merajut bahtera berdua dalam indahnya menjalani alkisah ''dunia milik berdua bersenandung tai lalat serasa coklat''. Hanya kepuasan tujuan akhir dari segala rayuan dan kalimat indah yang selalu terucap untuk membumbungkan tinggi feel dan perasaan sang wanita. Berawal dari hangatnya kecupan didahi akan terus berlanjut sampai tak teraturnya kain sprei dan segala embel-embel yang tadinya dikenakan akhirnya terlepaskan. Tanpa busana sudah tak lagi tabu, bergaya bebas melampiaskan hasrat berhubungan (suami-istri) sudah dibawah kata biasa. Hal yang dahulu hanya menjadi dongeng dan retorika kaum usia tua sudah dijalani. Ketika ''ngrunduk'' berjalan mengendap masuk lewat jendela,bertamengkan dentuman suara mp3 sebagai penetral hening bercampur klise nya desahan berpadu nyanyian. Saat memaksimalkan fungsi bilik warnet untuk mendapatkan sensasi, dan waktu sebuah rumah dijadikan tempat beradu segerombolan anak muda untuk saling berpadu memacu nafsu. Sekiranya begitulah, kenangan kelam saat seorang pemuda berjaya. Tak akan ada kata puas sebelum lemas, tak akan berhenti bercinta sebelum sambatmu ''aku telat Mz.''. Nafsu pun perlahan berubah menjadi ambigu, setelahnya ketika tamu yang ditunggu tak juga nampak mengetuk pintu . Hal pasti dari sambungan klasiknya problematika adalah mencari seribu cara untuk menggagalkannya. Dari yang paling awam, nanas muda tanpa peduli rasa harus habis tertelan tanpa boleh dimuntahkan. M-kapsul untuk telat datang bulan alami, menjadi konsumsi wajib habis selama beberapa hari. Pil tuntas, pilihan teratas ketika tujuh hari masih merasa was-was.
Lihat dan pahami kisah penuh kasih si ''pemuda'', jadikan pembelajaran jika ada hal bijaksana dibalik perjalanannya.Ketika usia pacaran sudah terbilang dewasa, restu orang tua sudah didepan mata tetapi sakralnya ikrar pernikahan bukan akhir cerita. Kalian bisa apa?
Saat hubungan suami istri menjadi biasa, ketika jendela menjadi pintu utama digelap gulita malam menjelma, namun kata putus terucap juga. Kalian masih bisa tertawa?
Renungkan, jodohmu bukan dipastikan seberapa lama usia bersama mu, runtang-runtung dan selalu bersama diasetiap waktu. Tapi ketika tuhan telah memberi restu, beberapa bulan bertemu pun kata ''SAH'' akan berkumandang dari saksi ijab qobulmu.
Samlekom geng, (҂˘̀^˘́)9

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

This Is The Newest Post
Comments


EmoticonEmoticon